Tuesday, 16 July 2013

Tio Ciu Restaurant Mangga Besar

Baru semalam saya makan di restoran Tio Ciu di Mangga Besar. Lokasinya di dekat Olimo. Kalau dari arah Glodok, adanya di Mangga Besar Raya, tidak jauh dari Amaris Hotel. Dari dulu, saya sering lewatin ini restoran, tapi gak pernah makan disana, karena tiap kali lewat, restorannya sepi. Teori saya, kalau restoran sepi, biasanya harga makanan yang dijual pastilah mahal. Tapi ternyata tidak juga. Kemarin saya menghabiskan total IDR 80.000 per orang. Saya makan bersama teman total 5 orang. Lumayan sih, berarti total tagihannya IDR 400.000. Guubbrraakk.. Mahaaaaallll... Huh..

Total, kami pesan 4 Menu, tapi jujur aja sih, porsinya J.U.M.B.O. Pas lihat menu, saya bilang sama teman saya, karena teman - teman yang lain belum datang, bagaimana kalau kita beli appetizer alias makanan pembuka? Lalu kami panggil salah satu pelayan restoran. Kami pun mulai bertanya soal menu makanan.
Saya : Disini tamu - tamu biasa pesan makanan apa untuk makanan pembuka?
Pelayan : Makanan Pembuka? Kita biasa kasih paling acar, kalau gak kacang goreng.
Saya : Hah? Acar ? ( bengong dan bertatap-tatapan dengan teman saya, lalu tertawa ). Gak salah mbak? Cuma acar?
Pelayan :  Iya, paling ditambah sama kacang goreng kalau mau.
Saya : ( dalam hati ) Bussseettt..
Teman saya pun langsung memotong pembicaraan sambil cekikikan.
Teman : Ooo..ya udah, gak apa - apa mbak. Nanti aja, kita lihat - lihat menunya dulu.
Kami masih buka - buka buku menunya. Lalu teman saya langsung jalan ke etalase makanan, pas dia lihat cakwe, jadilah kami pesan cakwe buat makanan pembuka dan saya pun komentar.
Saya : Gila aja kalau cuma makan acar, sedari tadi udah mau abis acarnya, juga gak dikasih lagi acarnya. Ckckckckck...
Bola Kepiting

Sambil cemil cakwe, kami bolak balik buka buku menu. Akhirnya, kami pesan semacam bola kepiting, Cah Kailan pakai saos tiram, Kwetiau siram, dan Sup Ikan. Kalau di foto, keliatannya, porsinya mini alias kecil. Tapi ternyata porsinya besar banget. Dimulai dari bola kepiting. Ternyata berupa bakso udang yang digoreng. Waduh, guede banget bola kepitingnya, daging udangnya terasa banget, puas bener deh. Mana masih hangat abis digoreng, dimakan sambil di cocol sambal. Wadduuhh...nikmat..! Ampe tidak bisa berhenti mengunyah. Menu kedua, Kailah Cah Saus Tiram, ya biasa aja sih rasanya. Seperti tumisan sayur kailan pada umumnya. Yang saya bilang enak, justru Kwetiau Siram Sapi. Wuiiihhh...dahsyat porsinya, rasanya juga lumayan maknyus..! Pertama - tama, kwetiau digoreng bersama dengan telur, setelah itu, baru disiram oleh kuah kwetiau, terbuat dari sagu, sehingga terkesan kental dan kenyal, serta diberi daging sapi, ayam, sayur, baso ikan. Dari total 4 menu, kwetiau ini yang paling enak dan ada rasanya.

Kwetiau Sapi Siram
Yang terakhir sup ikan. Porsinya juga besar, tapi walau enak, tidak sesuai selera saya. Ikan dimasak seperti sapo. Isinya cuma ikan, daun bawang, dan talas. Yup, dikasih talas. Saya sampe agak kaget pada saat cicip sup ikan tersebut. Rasanya kental dan pekat banget rasa talasnya. Tapi ikannya segar, dan durinya besar - besar, sehingga tidak mungkin durinya bisa nyelip di gigi atau gusi ampe bikin berdarah. Hehehe..

Deangan hanya 4 menu saja, saya sampai tidak berhenti mengunyah saking besar - besar porsinya. Sampai blenger dan penuh perut saya. Dan akhirnya, sup ikan nya saya bungkus dan bawa pulang, dan masih bisa dimakan untuk porsi 3 orang. Secara keseluruhan, masakan di Tio Ciu restoran ini enak, harga dan porsinya pun sesuai. Tapi kurang berani bumbu. Beda dengan restoran chinese food lainnya yang bumbunya berani. Cukup recommended dan patut dicoba.


Tumis Kailan Saus Tiram

Sup Ikan Talas

Monday, 1 July 2013

B-Side Wakai

Belakangan ini, saya jadi suka nongkrong di Wakai. Suatu Cafe di Plaza Indonesia lt.4, seberang Celebrity Fitness ( Celfit ). Bisa tebak donk? Siapa aja pelanggannya? Hehehe.. Betullll, pelanggannya gak jauh - jauh dari karyawan Celebrity Fitness dan para pelanggan Celfit. Hahaha.. Coba ya, gimana bisa kurusin badan, kalau abis gym, langsung ngopi, makan dan ngobrol di Wakai? Hehehe.. Tapi jujur aja, menu - menu di Wakai seriusan enak dan harganya Standard, padahal itu cafe di Plaza Indonesia lhooo..
Tachi Bento
Di Wakai, cuma sedia menu Dessert, minuman dan cemilan. Ada sih menu makanan berat, tapi cuma 3 jenis doank, itu pun cuma bento doank, mirip - mirip Hoka - Hoka Bento. Tapi jujur aja seh, untuk menu bentonya, masih lebih variatif Hoka - Hoka Bento atau Yoshinoya deh. Hehehe.. Menu bento yang saya coba adalah Tochi Bento, yaitu, Nasi, pakai Chicken Katsu yang disiram bumbu kari, pakai potongan stick kepiting, salad, dan kasih sup miso serta buah potong. Rasa karinya, yaaa gitu deh. Masih enak kari di Sushitei ( Ya iyalah..secara sushitei harganya lebih mahal, jelas lebih enak ). Tapi beneran deh, untuk menu makanannya, saya tidak rekomendasikan, karena seriusan gak sesuai antara harga dan rasanya. Masih lebih enak Hoka - Hoka Bento atau Yoshinoya. Satu porsi bento berkisar antara IDR 50.000 - 70.000 per porsi.

Summer Breeze
Tapi lain cerita dengan minuman dan dessertnya. Harga dessert dan snacks nya berkisar antara IDR 20.000 - 75.000 per porsi. Minuman terkenal disini adalah Lychee Ice Tea dan Summer Breeze. Summer Breeze ini adalah minuman dengan bahan utama teh, diberikan potongan lemon, nata de coco, dikasih mint dan sereh. Rasanya? Segar banget, gak bohong. Lychee Ice Tea nya juga enak. Teh diberikan potongan Lychee rasanya juga segar, sama seperti Berry Ice Tea, yang adalah teh diberikan potongan strawberry. Hadduuhh...seger bener deh. Tapi dari sekian itu, saya paling tergila - gila dengan Earthquake Coffee Jelly. Belum pernah saya makan jelly rasa kopi yang rasa kopinya pekat dan terasa bener kopinya. Potongan jelly rasa kopi, disiram dengan Baileys, wiski krim asal irlandia, mengandung liquor / alkohol, dan diberi Whip Cream diatasnya. Rasanya? tidak perlu dipertanyakan lagi, enak banget, rasa kopi, bercampur wiski, menyatu di lidah, respon saya cuma bisa bilang : Heaven..!! 



Earthquake Coffee Jelly

Earthquake Coffee Jelly
Lychee & Berry Ice Tea


Wednesday, 19 June 2013

Makanan Khas Semarang

Belum lama, saya merasa lagi kangen banget pengen makan lumpia yang enak banget seperti lumpia semarang. Tapi, tiap kali nemu tulisan Lumpia asli Semarang, rasanya agak aneh dan kurang maknyus seperti lumpia yang biasa saya makan di Semarang. Akhirnya, tanpa sengaja, ketika saya ke daerah kota / beos, dekat dengan kantor pos kota, ada satu ruko, dengan plang besarnya : OLEH - OLEH KHAS SEMARANG. Logonya lumba - lumba warna biru, pakai peci batik. Hmmmm... rasa penasaran saya langsung bangkit. Tapi biarpun penasaran dan sering melewati sering melewati daerah kota, dan penasaran dengan toko tersebut, saya masih mengabaikannya, sampai tiba - tiba suatu hari, ayah saya cerita, bahwa masakan di Toko Oleh - Oleh Semarang itu lumayan enak dan nikmat. Jadilah, sekitar 3 minggu yang lalu saya pun berkunjung ke sana.

Saya itu suka banget yang namanya Lumpia Semarang dan masakan Ikan Mangut. Saya juga tidak tahu ikan mangut itu jenis ikan apa, tapi yang pasti itu ikan paling langka didapat di Jakarta. Mungkin kalau ada salah satu pembaca yang berasal dari Semarang, boleh bantu untuk menjelaskan. Hehehe.. Biasanya, ikan mangut itu dimasak santan, pakai tahu goreng. Saya pertama kali makan masakan ikan mangut justru karena dimasakkin oleh tante saya, yang tahun lalu sudah wafat. Inget ikan mangut, jadi kangen masakan beliau :) Dan karena saya menulis blog tentang masakan Semarang, saya jadi lapar dan ngiler pengen makan masakan Semarang lagi. Hahahahaha...

Ikan Mangut
Ikan mangut yang saya makan, juga dimasak santan, diberikan tahu, tapi tahunya tahu putih, bukan tahu goreng yg bentuk segitiga, lalu diberikan labu siam, rasanya sih mirip - mirip lodeh ya, tapi menurut saya, rasanya lumayan enak, kalau untuk sekedar obat kangen akibat gak ada uang buat pulang kampung ke Semarang, atau pengen makan masakan Semarang tanpa harus keluar duit buat ongkos pergi ke Semarang. Dan lagi toko oleh - oleh ini cukup memuaskan. Masakannya enak, malah kalau buat obat kangen seh saya bilang enak banget. Oleh - oleh yang tersedia juga banyak macam, ada jual wingko juga, walau mereknya lumba - lumba. Kalau kata ayah saya, " Wingko yang enak itu merek kereta api, biar banyak palsuannya. Tapi biar begitu, di Semarang juga tidak ada merek wingko, sekalipun merek palsu, yang namanya Lumba - lumba. " Oooooo... saya sih no comment aja deh. 

Lumpia Semarang
Selain ikan mangut, saya cobain Lumpia Semarang. Wah, T.O.P M.A.R.K.O.T.O.P..!! Serius..!! Isinya persis banget seperti aslinya yang di Semarang. Rebungnya banyak, dan rasanya persis sama, mulai dari acar dan bumbunya yang mirip - mirip lendir. Harga kurang lebih IDR8000 - IDR10.000 / lumpia. Tahu petisnya juga enak, 
( sayang tidak saya foto, saking udah kelaparan jadi liaaarrr.. ). Soal rasa, sesuai selera saya banget dan benar memuaskan saya yang belum punya duit buat jalan - jalan kuliner ke Semarang. Hehehehe...

Wednesday, 5 June 2013

Fine Dinning at TEE NINE

Crab Bread
Ini ketiga kalinya saya makan fine dinning di restoran yang cukup keren. Namanya TEE NINE, restaurant and lounge. Restoran ini menyajikan masakan barat. Saya makan di tempat ini, karena beli voucher menu paket di living social. Jadi, kalau mau makan di TEE NINE, rajin - rajin lihat web living social. Hehehe... siapa tahu ada dapat voucher diskon. Soalnya kalau tidak ada diskon, harganya cukup mahal. Tapi, biar mahal, masih setara sama rasa makanannya. Tidak rugi juga walau tidak dapat diskon. Waktu itu, saya makan, total 6 orang. Jadi voucher nya kami pakai semua dengan berbagai macam menu yang semuanya dikeluarkan. Berhubung makan fine dinning, saya akan perkenalkan mulai dari Appetizer, Main Course sampai Dessert. Kita mulai dari Appetizer. Appetizer yang kami pesan adalah semacam pastel, sop tomat dan Crab Bread. Appetizernya semua enak.Untuk Pasterlnya, waahh..ini pastelnya tipis, tapi lezat, legit, gurih. Dikasih isi kentang dan daging cincang. Untuk Crab Breadnya, ini seperti adonan tepung, dikasih sayuran, daging kepiting cincang, dan daging cornet. Dibalur putih telur lalu tepung roti / tepung panir, lalu digoreng. Huwaaa...empuk banget. Selanjutnya sop tomat. Yaaahh...serasa makan bumbu spagethi encer. Kurang rekomendasi. Tapi kalau anda tidak suka yg minyak - minyak, sop tomat ini pilihan tepat.

Pastel


Tomato Soup


Dori with Potato Balsamic
Main course ada Dori with Potato and balsamic, Surf and turf, Mix Steak, Spagetthi with chicken katsu. Untuk menu Dori with potato balsamic, ikan dorinya sendiri, terasa empuk, lembut, dimakan langsung lumer di mulut. Lembut banget padahal itu digoreng pakai tepung. Kentangnya cenderung keras menuju empuk, tapi tidak garing seperti kentang tidak matang. Kentangnya direbus dengan kematangan yang pas, tidak terlalu matang sampai lembek seperti kentang di tukang jualan siomay. Pas empuknya, rasanya kayak beneran makan kentang. Kalau soal bumbu, memang agak kurang berani, tapi kalau banding sama Happy Day, baik itu bumbu untuk steak atau menu lain, masih lebih terasa bumbunya. Surf and Turf, adalah steak sapi disajikan dengan mashed potato dan udang rebus. Ini pertama kali saya makan daging steak, lembut, tekstur dagingnya nyaris tidak berserat / tidak memiliki urat sama sekali. Mashed potatonya juga lembut, tapi tidak kelewat lembut. Sepertinya dikasih campuran lagi. Spagetthinya sendiri sih standard, tapi yang saya heran, chicken katsunya, biar kata lapisan tepungnya cukup kering dan garing, tapi tidak keras, dan dagingnya lembut, di kunyah 1 - 2 kali aja udah lumer di mulut. Hadduuhh..enak bener.. Kalau Mix Steak, isinya steak ikan dori, ayam dan sapi. Tapi tekstur dagingnya agak kasar, kecuali ikan dori ya.  

Spagetthi with Chicken Katsu

Mix Steak

Surf and Turf


Apple Crumble
Nah, dari setiap restoran, saya paling penasaran dengan dessertnya. Dessertnya itu ada 2 tipe Creme Brule, Fruit Cocktail dan Apple Crumble. Yang saya paling suka adalah creme brule. Creme Brule 1 ( saya sebut pakai 1 dan 2, karena saya lupa nama menunya. ). Creme Brule yang keluar pertama, rasa creme nya lebih ke arah, lebih banyak krim dan susu, diberi topping 2 slice potongan strawberry. Creme Brule 2, rasanya lebih banyak putih telur, tapi tidak amis sama sekali. Lalu diatasnya dikasih karamel, dan disajikan dengan semacam roti panggang. Untuk Fruit Cocktail, rasanya biasa saja. Istilah saya, satu tingkat lebih elit daripada asinan bogor. Hahahahaha... ekstrem ya perbandingannya. Tapi memang begitu, kuahnya agak merah - merah kayak asinan, tapi tidak ada rasa cuka sama sekali. Saya akui, setelah mencoba Fruit Cocktail, rasanya lebih segar dan tidak terlalu eneg. Apple Crumblenya juga enak. Kalau baca ulang, kayaknya saya review semuanya enak. Tapi memang begitulah adanya. Apple Crumble, rasanya agak sedikit crunchy - crunchy potongan apple. Hehe.. Pasaran harga makanan di Tee Nine, sekitar Rp.50.000 - 200.000 per porsi. Di Tee Nine juga menjual wine, brandy, liquor dengan harga per gelas sekitar Rp. 60.000 - 150.000. Kalau wine, lebih dijual botolan, dari harga Rp.600.000 - 1.500.000 per botol.


Fruit Cocktail

Creme Brule 2

Creme Brule 1


Wednesday, 29 May 2013

Kuliner Iseng Jl. Jaksa

Apa yang terkenal dari jalan Jaksa? Ada yang bisa jawab? Hehehe... Ada yang jawab jalan jaksa itu pusatnya hiburan malam.. Ada yang jawab pusatnya backpackers luar negeri. Bahkan ketika saya kesana, saya bilang, ini Khao San Roadnya Jakarta. Kalau ada yang belum tahu Khao San Road, saya kasih sedikit info. Khao San Road itu ada di negara Thailand, lebih tepatnya kota Bangkok. Di Thailand, Khao San Road ini adalah pusat turis manca negara terutama para backpacker manca negara pada umplek - umplekan. Jalan ini selalu ramai, dan makanan serta hiburan tersedia 24 jam. Sama juga dengan Jalan Jaksa. Pas saya makan disana jam 11.00 malam, jalanannya masih ramai mobil dan turis pada ngobrol, nongkrong. 

Saya ke jalan jaksa, juga istilahnya cuma iseng. Karena salah satu teman saya mengajak saya jalan - jalan malam. Kebetulan saya kelaparan, jadi kami menyimpang ke jalan jaksa. Teman saya merekomendasikan ceker ayam di Jalan Jaksa. Katanya, "Ini tempat ceker ayam paling enak di Jakarta, coi..!" Waahh..penasaran jadinya. Padahal, saya tidak suka ceker ayam, kecuali ceker ayam buat oleh - oleh yang digoreng garing dan kriuk kriuk. Jadilah, saya percaya saja dan makan di Jalan Jaksa. 

Bubur Ayam
Tempat yang menjual ceker ayam ini, ternyata hanya berupa warung kecil dan minim. Namanya Waroeng Kabita. Saya pikir pas pertama, jual ceker ayam kayak menu di dimsum begitu. Ternyata, ini ceker ayam dibuat soto. Nah lho...penasaran kan? Saya juga bengong. Yakin nih ceker ayam di bikin soto? Tapi yang makan disana, ramenya bukan main. Dan hampir semuanya pesan Soto Ceker Ayam atau Soto Sayap Ayam. Gilanya, semua yang makan disitu, muka dan makannya gahar bener. Kayaknya rakus dan enak banget. Wah, saya makin penasaran. Tapi karena saya tidak suka ceker ayam, teman saya pesen satu mangkok soto campur ( ceker + sayap ), dan saya pesan bubur ayam. Pesanan pun datang. Pas sampai di depan meja, saya sampe bengong lihat buburnya. Wah, itu baru namanya bubur. Tekstur buburnya kental banget dan tidak encer sama sekali. Kental dan padat. Baru pertama kali, saya makan bubur sampai kenyang banget. Tapi kekagetan saya tidak sampai disitu. Bubur ayam itu, isinya pun cuma bubur dan ayam suir. Jiiiaaahh.... bener - bener bubur dan ayam. Bubur pakai kecap asin, kasih ayam suir ( Ingat : ayam suirnya lumayan banyak dan tebal - tebal ), terus dikasih kerupuk cukup banyak. Keseluruhan, saya puas sama rasa Bubur Ayamnya. Enak dan kenyang. 

Soto yang disajikan juga enak. Sotonya pakai kuah bening, bukan kuah santan. Kuahnya gurih, terus agak asam - asam jeruk nipis, dikasih sereh juga. Wangi sih tidak. Tapi kuahnya cukup segar, gurih, perpaduannya pas. Teman saya sampai minta tambah kuah. Di Waroeng Kabita ini juga ada Soto Ranjau. Tadinya mau cobain, cuma saya cukup yakin 100% pasti isinya mayoritas cabe rawit semua. Hahahaha... belajar dari pengalaman, Rawon Setan, Sambal Setan, dkk, pasti pedasnya gak kira - kira, bikin bibir jontor, hahahahaa :) Kalau ke jalan jaksa, lebih enak naik motor sih, jadi parkirnya gampang. Kalau bawa mobil, agak repot parkirnya. Tapi namanya cobain makanan enak, tidak apa - apa toh repot sedikit untuk parkir? hehehe..

Soto Sayap

Friday, 24 May 2013

Oh Happy Day..!!

Saya yakin, pasti beberapa diantara para pembaca pernah makan di restoran keluarga Happy Day, di kawasan Jl. Juanda Raya. Namanya restoran keluarga, karena memang judulnya Family Restaurant. Restoran ini menyajikan masakan barat / western food, seperti steak, pasta, dan juga menyajikan menu Chinese Food yaitu dimsum serta masakan indonesia. Belum lama, saya makan siang bersama teman kantor di sana. Dan ternyata, rame banget..!! Saya bingung dan bertanya - tanya, apakah memang enak banget steaknya? Padahal kalau boleh saya kasih pendapat, masakan barat paling enak yang pernah saya makan hanya ada di Tony Rhoma's. Itu saya akui, ada harga, ada barang, ada kualitas. Muaaannttaapp..!Santap siang saya dengan teman kantor saya adalah Chicken Cordon Blue, Dimsum ( Ha Kau ), Bruschetta, Choco Melt, Sirloin Steak, dan minumnya Fruit Punch. Kita mulai dari Chicken Cordon Blue.

Chicken Cordon Blue
Chicken Cordon Blue, seperti yang kita tahu adalah daging ayam tanpa tulang, yang ditepungi tepung panir / tepung roti dan digoreng kering. Diberi isi ham dan keju. Biasa disajikan dengan salad dan ketang goreng atau smashed potato. Ekspektasi saya, mestinya kalau makan di Happy Day, mestinya Chicken Cordon Blue nya enak. Ternyata, begitu dihidangkan, dan saya cicipi, masih lebih enak Chicken Cordon Blue di Tamani Cafe. Bayangkan saja, mungkin karena pengaruh krisis ekonomi atau penghematan mungkin yaa.. sekarang banyak cafe / restoran yang menyajikan menu steak itu dengan keripik kentang model kayak Lays / Chitato begitu. Malah, Chicken Cordon Blue di Happy Day, disajikan cuma dengan salad, TANPA KENTANG sama sekali. Kalau mau pakai kentang ( kentang goreng / mashed potato, kudu bayar tambahan lagi sekitar Rp. 7000. Banding dengan harganya, yang satu porsi sekitar Rp. 30.000, saya masih lebih terima kalau makan Chicken Cordon Blue di Tamani Cafe atau yang ekstrem di Joni Steak. Tepungnya juga keras dan terlalu garing pada saat digoreng. Agak mengecewakan juga sih.

Sirloin Steak
Menu selanjutnya, saya cobain Dimsum. Favorit saya kalau makan Dimsum pasti Ha Kau. Yang isinya Udang dan dilapis semacam kulit pangsit tipis. Nah, kalau dimsum nya, saya akui, tidak kalah sama Dimsum di Restoran Samudra atau Samudra Suki. Udangnya besar, dan begitu dimakan garing dan segar udangnya. Sayang isinya cuma 3. Di Samudra masih mending sih, satu porsi isi 4.  Setelah dimsum, saya cobain steaknya. Hmmmmm...not bad lah.. Steaknya tidak keras, cukup empuk dagingnya, walau itu daging sirloin lokal. Pengalaman selama ini, kalau sirloin lokal, biasa dagingnya keras. Tapi ternyata di Happy Day, dagingnya cukup empuk. Hanya sayang, bumbu untuk steaknya kurang merasuk, sehingga rasanya agak hambar. Dan seperti yang sudah saya bilang, disajikan dengan salad dan potato chips, alias keripik kentang model Lays. Dan jujur aja, tanpa kentang bener, rasanya, makan itu tidak kenyang - kenyang. Masih lapar terus. Mungkin itu efek tidak ada nasi putih ya. Hehehe..maklum, saya masih orang indonesia, tidak bisa makan tanpa nasi. Kalau makan tidak pakai nasi, rasanya kurang kenyang.

Bruschetta
Setelah menyikat Sirloin Steak, saya pesan Bruschetta. Waaahh..ini baru Bruschetta top markotop..! Rotinya beneran gede, tidak kecil - kecil seperti di Pizza Hut. Toppingnya juga gak kira - kira. Daging cincang dimasak dengan saus tomat, dilapis keju yang sudah meleleh, trus dikasih saus sambal. Adddduuuhh..Nikmat deh, puas bener makan Bruschetta. Pertama kali saya makan Bruschetta ampe puas begini. Hahahahaa.. Saya jadi ngiler lagi deh pengen bruschetta nya :)


Teman saya merasa masih lapar, jadi pesan Mushroom Soup. Penampakannya sekilas kayak bubur kacang ijo yang kental. Sup nya memang warnanya agak abu - abu, dan rasanya, menurut saya, sesuai banget. Karena rasanya creamy banget, dan jamurnya pun sangat terasa. Oke juga untuk menu sup.
Choco Melt
Setelah itu, kita beralih ke makanan penutup, Choco Melt. Siapa yang tidak tahu Choco Melt? Kalau anda langganan setia Breadtalk, anda pasti tahu Choco Lava. Apa itu? Choco Melt atau Choco Lava, adalah cake coklat yang isinya coklat leleh. Dimakan harus disaat masih hangat bahasa kerennya Fresh from the oven, dan dicocol dengan es krim Vanila. 100% nikmat. Wah, Choco Melt di Happy Day tidak kalah sama Choco Melt yang pernah saya coba di Coffee Club di Plaza Senayan. Bedanya di Coffee Club, ukuran cake nya lebih besar dari pada di Happy Day. Tapi isi coklat lelehnya, pekat, dark chocolate, pokoknya enak. Penutupnya saya minum Fruit Punch. Tidak usah banyak penjelasan ya, minuman mah dimana - mana sama saja rasanya. 

Pulangnya, mata saya terpaku pada etalase cake di dekat kasir. Ternyata jual kue soes juga. Saya tanya harganya, satu kotak isi 5, harganya Rp. 16.500. Sayang saya tidak foto kue soesnya. Rasanya? Itu kue soes terenak yang pernah saya makan seumur hidup saya. Isi saus fla nya ada coklat dan vanilla. Saya beli yang saus fla coklat. Addduuhh... saus fla coklat enak banget. Agak kental, tapi tidak kental banget. Rasa coklatnya 100% coklat, dan diberi campuran es krim, sehingga lebih enak rasa sausnya. Isi sausnya penuh, begitu digigit, langsung tumpah isinya. Huwaaa..enak bener deh..kudu harus dicoba.

Mushroom Soup

Fruit Punch

Tuesday, 7 May 2013

My Favourite Snakes ( Snacks )

Hahahahaha....saya pernah tertawa pada saat saya melihat jadwal acara seminar, yang ternyata terdapat kesalahan pengetikan. Seharusnya ditulis 'snacks' malah disebut 'snakes'. Kesalahan fatal dalam pengetikan, karena biarpun secara pengucapan terdengar sama, tapi artinya berbeda jauh..!

Bloeder Nita Pastry
Kalau dibilang saya penyuka cemilan, ya bisa dibilang begitu. Cuma cemilan yang akan saya perkenalkan, lebih pantas disebut makanan cukup berat. Biasanya, kalau jam makan siang, dan kebetulan habis gajian, saya dan teman kantor saya pasti suka jalan atau jajan di Rezeki, semacam supermarket kecil yang menjual produk makanan impor, jajanan, buah, dll. Pokoknya cukup lengkap deh. Biasanya, di Rezeki, saya beli roti atau mungkin kue. Sebutannya Bluder / Bloeder. Rotinya lembuuuttt, aduh, mau merk breadtalk, breadlife dan bread bread lainnya kalah deh. Bloeder favorit saya adalah produksi Nita Pastry. Rotinya lembuuuuttt... isinya macam - macam pula. Ada isi smoked beef, keju, coklat, srikaya dan blueberry. Ada juga yang isinya campuran keju dan coklat. Kalau orang zaman dulu, pasti suka sama yang namanya kue bloeder. Tapi bukan berarti karena favorit saya bloeder, berarti saya jadi orang zaman dulu ya.

Bloeder Holland Bakery
Lain produksi, lain juga rasanya, seperti Bloeder keluaran Holland Bakery. Sebetulnya seh cukup enak bloedernya, cuma, agak keset, jadi rasanya agak kurang. Bloeder di Holland Bakery, isinya juga cuma polos. Mirip kayak roti sobek manis. Di Holland Bakery, favorit saya bukan bloeder. Hayo tebak apaan? Hmmmm... Lemon Cake? Black Forest Cake? Bukan. Cake di Holland Bakery terbilang amat sangat standard. Jajanan atau cemilan yang patut dicoba di Holland Bakery adalah Bika Banjar. Nama nya bika, ya mirip - mirip lah. Mau dibilang bika ambon atau bika banjar, sama saja. Cuma bedanya, kalau Bika Ambon cenderung berminyak, dan belinya berupa potongan atau loyang, kalau Bika Banjar, bentuknya bulat, ukurannya kecil. Bite size. Berhubung saya ini sangat tidak suka Bika Ambon, maka Bika Banjar ini termasuk jenis bika yang bisa saya makan, bahkan masuk dalam list favorit saya. Karena rasanya tidak sepekat dan seminyak Bika Ambon. 

Bika Banjar
Selain roti, saya juga suka pia / bakpia. Weits, tentunya, kalau itu saya, saya tidak suka pia / bakpia lokal. Kalau dipikir - pikir, saya tidak heran kalau masakan, jajanan, atau oleh - oleh khas Indonesia tidak bisa di hak patenkan. Coba bayangin, kalau kita ke Jogja, itu isinya semua mengklaim diri bakpia pathok khas jogja atau aseli jogja ( catat : tulisnya pakai aseli, biar terkesan asli ). Mulai dari nomor 66, 65, 76, 75, 77. The list is endless. Soal rasa, yaah, dari toko ke toko juga sama. Bicara pia / bakpia, kalau anda ke Vietnam, jangan lupa beli pia durian. Saya jamin langsung ketagihan. Ukuran guede, besar, bentuknya bulat hampir separuh telapak tangan. Kulit pianya tipis, isinya, 100% durian. Blenger deh begitu dimakan. Makan satu itu, efeknya tidak lapar sampai siang ( mulai deh lebay nya..hahahahhaa.. ) Efeknya tentu tidak sedahsyat itu juga sih, cuma beneran mengenyangkan. Tidak rugi beli itu pia. Harganya berapa, saya juga kurang tahu, soalnya, itu juga boleh dapat gratisan dari sepupu yang pergi ke Vietnam. Hukumnya, itu pia kudu wajib harus musti dibeli. Tidak rugi deh. Penasaran kan?  Saya kasih contoh kemasannya saja ya, nanti kalau ada yang pergi ke Vietnam, boleh saya dibawain oleh - oleh pia durian. Hehehehe.

Kemasan Pia Durian Vietnam