Friday, 30 September 2016

SINGAPORE NEVER FAILS special edition : We sing, eat and happy!

sebetulnya, saya dan sahabat saya ke singapore untuk mengikuti konser musik. Bukan nonton konser, tapi kami ini performers. Paduan Suara yang kami ikuti ini terbentuk dari banyak interdominasi gereja dan paduan suara tempat kami bernaung ini beruntung memiliki seorang mantan music director dari Singapore. Berhubung mantan music director kami akan mengadakan konser di Singapore, maka beliaupun mengundang kami untuk datang ke singapore dan join konser disana. Yaaa.. intinya sih konser, tapi namanya ke Singapore, tetep aja harus melipir buat kuliner dan belanja. hahahaha.. konser mungkin bisa jadi alasan ke-2.

lau pa sat from above ( courtesy : wikipedia )
Hari itu, hari pertama kami latihan sebelum konser. Paginya seperti biasa, saya dan sahabat saya bangun agak siang. Dari semalam saya sudah bilang ke sahabat saya, pokoknya besok mau makan di Lau Pa Sat / Telok Ayer Market. Apa itu Lau Pa Sat? Lau Pa Sat adalah salah satu hawker center di Singapore. Lokasinya di area business singapore, ibaratnya macam Sudirman / Kuningan-nya Singapore. Di dalam Lau Pa Sat ada macam - macam makanan. Gedungnya sendiri juga termasuk gedung bersejarah dan berbentuk oktagonal. Saya sampai cari dari google cara pergi kesana dan makanan apa aja yang terkenal disana. Berhubung saat saya ke Singapore itu menjelang F1, jalanan di sekitar Lau Pa Sat banyak di tutup dan dialihkan. Sehingga jalanan macet dan tersendat. Tapi tenang, macetnya tidak separah di Jakarta. Kami dapat double dekker bus dan duduk di atas. untung saja, karena kami tidak tahu jalan, ketika dari jauh saya sudah lihat jamnya Lau Pa Sat, saya langsung pencet bel dan turun dari bus. Kami hanya tinggal menyebrang dan Lau Pa Sat sudah di depan mata. Sampai di dalam, ada banyak stand makanan. 


Fish Soup
Dengan modal informasi dari Google, akhirnya kami putuskan makan Fish Soup. Huwaaa.. porsinya mantap dan enak banget! Memang sih, rasa kuahnya cenderung hambar, tapi menurut saya, rasanya jadi fresh dan lebih segar di lidah. Dan menurut saya, kalau kuahnya dibuat lebih kuat rasanya, justru rasa ikannya bisa hilang. Enaknya lagi, kuahnya tidak tercium bau amis. Semuanya pas! Dasar orang indonesia, makan selalu perlu gorengan, akhirnya saya beli kuotie juga 1 porsi. Kami makan berdua. Kuotienya, menurut saya agak kurang, malah cenderung kebanyakan kucai / daun bawang. Sehingga dagingnya tidak terlalu berasa. Namun yang saya suka, kuotie gorengnya cenderung less oil, malah kering dan tidak berminyak. Berbeda dengan kuotie yang pernah saya makan.Lau Pa Sat Bener - bener pantas menyandang titel pusat kuliner otentik singapore. 

Dari Lau Pa Sat, kami beranjak ke Bugis. Di bugis, saya cari tas punggung dan oleh - oleh lagi. Kami malah berakhir beli anting dan mochi. Setelah itu, kami mengantri untuk beli Share Tea di Bugis. Kami beli 2, karena kalau di singapore, biasanya beli 2 lebih murah. Kami pesan green tea with Vanila Cream dan Green tea with Sea Salt Cream. Kami beli beda rasa, supaya bisa saling cicip. Hari itu hujan deras, sehingga saya dan sahabat saya berpikir untuk langsung ke tempat latihan. Jadilah kami naik MRT ke Redhill Station. Tiba di tempat latihan, kami sempat banget foto - foto. Lalu kami pun minum Share Tea yang kami beli. 
Saya : Loe minum yang apa?
Sahabat : Gue minum yang sea salt.
Saya : Gue yang vanilla. Loe mau cobain? ( sambil sodorin gelas )
Sahabat : enak yang vanilla.
Saya : Enak yang sea salt menurut gue. Ya udah, itu buat loe aja, gue yang ini aja.
Teman Padus : iiihh,, selera loe mah aneh ya. Sea Salt kan asin?  dan loe bilang enak?
Saya : ( nyengir doank.. )

Latihan dimulai, dan kami latihan selama  2 hari. Selama 2 hari itu latihan selesai cukup malam.  Hahahaha.. Tiba di tempat menginap, kami langsung makan malam di dekat rumah. Saya bilangnya makan di Warteg Singapore. Itu lho, tempat makan di hawker yang jual macam - macam sayur dan masakan. Hadeeuuh... enak benar hidup ini. Saya makan nasi, daging babi dengan telor asin diatasnya dan tumis buncis. Ueeennaaakk... Now i can live again! Rasa makanan standard, tapi bener, makanan yang dimakan saat lapar, semuanya jadi enak! Apapun menunya, selalu enak di lidah dan perut! 

Rice & vegetable.