Tuesday, 7 May 2013

My Favourite Snakes ( Snacks )

Hahahahaha....saya pernah tertawa pada saat saya melihat jadwal acara seminar, yang ternyata terdapat kesalahan pengetikan. Seharusnya ditulis 'snacks' malah disebut 'snakes'. Kesalahan fatal dalam pengetikan, karena biarpun secara pengucapan terdengar sama, tapi artinya berbeda jauh..!

Bloeder Nita Pastry
Kalau dibilang saya penyuka cemilan, ya bisa dibilang begitu. Cuma cemilan yang akan saya perkenalkan, lebih pantas disebut makanan cukup berat. Biasanya, kalau jam makan siang, dan kebetulan habis gajian, saya dan teman kantor saya pasti suka jalan atau jajan di Rezeki, semacam supermarket kecil yang menjual produk makanan impor, jajanan, buah, dll. Pokoknya cukup lengkap deh. Biasanya, di Rezeki, saya beli roti atau mungkin kue. Sebutannya Bluder / Bloeder. Rotinya lembuuuttt, aduh, mau merk breadtalk, breadlife dan bread bread lainnya kalah deh. Bloeder favorit saya adalah produksi Nita Pastry. Rotinya lembuuuuttt... isinya macam - macam pula. Ada isi smoked beef, keju, coklat, srikaya dan blueberry. Ada juga yang isinya campuran keju dan coklat. Kalau orang zaman dulu, pasti suka sama yang namanya kue bloeder. Tapi bukan berarti karena favorit saya bloeder, berarti saya jadi orang zaman dulu ya.

Bloeder Holland Bakery
Lain produksi, lain juga rasanya, seperti Bloeder keluaran Holland Bakery. Sebetulnya seh cukup enak bloedernya, cuma, agak keset, jadi rasanya agak kurang. Bloeder di Holland Bakery, isinya juga cuma polos. Mirip kayak roti sobek manis. Di Holland Bakery, favorit saya bukan bloeder. Hayo tebak apaan? Hmmmm... Lemon Cake? Black Forest Cake? Bukan. Cake di Holland Bakery terbilang amat sangat standard. Jajanan atau cemilan yang patut dicoba di Holland Bakery adalah Bika Banjar. Nama nya bika, ya mirip - mirip lah. Mau dibilang bika ambon atau bika banjar, sama saja. Cuma bedanya, kalau Bika Ambon cenderung berminyak, dan belinya berupa potongan atau loyang, kalau Bika Banjar, bentuknya bulat, ukurannya kecil. Bite size. Berhubung saya ini sangat tidak suka Bika Ambon, maka Bika Banjar ini termasuk jenis bika yang bisa saya makan, bahkan masuk dalam list favorit saya. Karena rasanya tidak sepekat dan seminyak Bika Ambon. 

Bika Banjar
Selain roti, saya juga suka pia / bakpia. Weits, tentunya, kalau itu saya, saya tidak suka pia / bakpia lokal. Kalau dipikir - pikir, saya tidak heran kalau masakan, jajanan, atau oleh - oleh khas Indonesia tidak bisa di hak patenkan. Coba bayangin, kalau kita ke Jogja, itu isinya semua mengklaim diri bakpia pathok khas jogja atau aseli jogja ( catat : tulisnya pakai aseli, biar terkesan asli ). Mulai dari nomor 66, 65, 76, 75, 77. The list is endless. Soal rasa, yaah, dari toko ke toko juga sama. Bicara pia / bakpia, kalau anda ke Vietnam, jangan lupa beli pia durian. Saya jamin langsung ketagihan. Ukuran guede, besar, bentuknya bulat hampir separuh telapak tangan. Kulit pianya tipis, isinya, 100% durian. Blenger deh begitu dimakan. Makan satu itu, efeknya tidak lapar sampai siang ( mulai deh lebay nya..hahahahhaa.. ) Efeknya tentu tidak sedahsyat itu juga sih, cuma beneran mengenyangkan. Tidak rugi beli itu pia. Harganya berapa, saya juga kurang tahu, soalnya, itu juga boleh dapat gratisan dari sepupu yang pergi ke Vietnam. Hukumnya, itu pia kudu wajib harus musti dibeli. Tidak rugi deh. Penasaran kan?  Saya kasih contoh kemasannya saja ya, nanti kalau ada yang pergi ke Vietnam, boleh saya dibawain oleh - oleh pia durian. Hehehehe.

Kemasan Pia Durian Vietnam