Tuesday, 16 July 2013

Tio Ciu Restaurant Mangga Besar

Baru semalam saya makan di restoran Tio Ciu di Mangga Besar. Lokasinya di dekat Olimo. Kalau dari arah Glodok, adanya di Mangga Besar Raya, tidak jauh dari Amaris Hotel. Dari dulu, saya sering lewatin ini restoran, tapi gak pernah makan disana, karena tiap kali lewat, restorannya sepi. Teori saya, kalau restoran sepi, biasanya harga makanan yang dijual pastilah mahal. Tapi ternyata tidak juga. Kemarin saya menghabiskan total IDR 80.000 per orang. Saya makan bersama teman total 5 orang. Lumayan sih, berarti total tagihannya IDR 400.000. Guubbrraakk.. Mahaaaaallll... Huh..

Total, kami pesan 4 Menu, tapi jujur aja sih, porsinya J.U.M.B.O. Pas lihat menu, saya bilang sama teman saya, karena teman - teman yang lain belum datang, bagaimana kalau kita beli appetizer alias makanan pembuka? Lalu kami panggil salah satu pelayan restoran. Kami pun mulai bertanya soal menu makanan.
Saya : Disini tamu - tamu biasa pesan makanan apa untuk makanan pembuka?
Pelayan : Makanan Pembuka? Kita biasa kasih paling acar, kalau gak kacang goreng.
Saya : Hah? Acar ? ( bengong dan bertatap-tatapan dengan teman saya, lalu tertawa ). Gak salah mbak? Cuma acar?
Pelayan :  Iya, paling ditambah sama kacang goreng kalau mau.
Saya : ( dalam hati ) Bussseettt..
Teman saya pun langsung memotong pembicaraan sambil cekikikan.
Teman : Ooo..ya udah, gak apa - apa mbak. Nanti aja, kita lihat - lihat menunya dulu.
Kami masih buka - buka buku menunya. Lalu teman saya langsung jalan ke etalase makanan, pas dia lihat cakwe, jadilah kami pesan cakwe buat makanan pembuka dan saya pun komentar.
Saya : Gila aja kalau cuma makan acar, sedari tadi udah mau abis acarnya, juga gak dikasih lagi acarnya. Ckckckckck...
Bola Kepiting

Sambil cemil cakwe, kami bolak balik buka buku menu. Akhirnya, kami pesan semacam bola kepiting, Cah Kailan pakai saos tiram, Kwetiau siram, dan Sup Ikan. Kalau di foto, keliatannya, porsinya mini alias kecil. Tapi ternyata porsinya besar banget. Dimulai dari bola kepiting. Ternyata berupa bakso udang yang digoreng. Waduh, guede banget bola kepitingnya, daging udangnya terasa banget, puas bener deh. Mana masih hangat abis digoreng, dimakan sambil di cocol sambal. Wadduuhh...nikmat..! Ampe tidak bisa berhenti mengunyah. Menu kedua, Kailah Cah Saus Tiram, ya biasa aja sih rasanya. Seperti tumisan sayur kailan pada umumnya. Yang saya bilang enak, justru Kwetiau Siram Sapi. Wuiiihhh...dahsyat porsinya, rasanya juga lumayan maknyus..! Pertama - tama, kwetiau digoreng bersama dengan telur, setelah itu, baru disiram oleh kuah kwetiau, terbuat dari sagu, sehingga terkesan kental dan kenyal, serta diberi daging sapi, ayam, sayur, baso ikan. Dari total 4 menu, kwetiau ini yang paling enak dan ada rasanya.

Kwetiau Sapi Siram
Yang terakhir sup ikan. Porsinya juga besar, tapi walau enak, tidak sesuai selera saya. Ikan dimasak seperti sapo. Isinya cuma ikan, daun bawang, dan talas. Yup, dikasih talas. Saya sampe agak kaget pada saat cicip sup ikan tersebut. Rasanya kental dan pekat banget rasa talasnya. Tapi ikannya segar, dan durinya besar - besar, sehingga tidak mungkin durinya bisa nyelip di gigi atau gusi ampe bikin berdarah. Hehehe..

Deangan hanya 4 menu saja, saya sampai tidak berhenti mengunyah saking besar - besar porsinya. Sampai blenger dan penuh perut saya. Dan akhirnya, sup ikan nya saya bungkus dan bawa pulang, dan masih bisa dimakan untuk porsi 3 orang. Secara keseluruhan, masakan di Tio Ciu restoran ini enak, harga dan porsinya pun sesuai. Tapi kurang berani bumbu. Beda dengan restoran chinese food lainnya yang bumbunya berani. Cukup recommended dan patut dicoba.


Tumis Kailan Saus Tiram

Sup Ikan Talas