Friday, 13 December 2013

BONGKOPITOWN - Jail Restaurant

Hari ini, saya cobain makan siang di BONGKOPITOWN. Letaknya di Jl. Batu Tulis Raya..huwaaaa..ini akibat rasa penasaran saya, sekaligus buat bahan postingan di blog. Hehehe.. Well, restorannya tematik bangeettt.. Temanya : JAIL..kalau di bahasa indonesia, artinya Penjara. Hiii.. tapi suasana dan interiornya gak seseram penjara beneran koq. Kalau penjara beneran sih, creepy abiiss.. Makanan disini, lebih ke arah masakan singapore dan melayu. Ada 3 menu yang saya coba. Apa aja? Ini detailnya : 

Nasi Penjara
Saya pesan Nasi Penjara + Seafood. Hmmm...intinya dari nasi penjara ini adalah nasi siram. Nasi yang digoreng hanya dengan kecap asin, disiram dengan seafood. Mirip kayak kita makan kwetiau siram gitu, tapi kwetiaunya diganti nasi. Di menu sih, ini termasuk masakan recommended. Tappiii...rasanya kok biasa - biasa aja ya? Emang cocok kalau dibilang restoran dari Singapore, emang ciri khasnya gak banyak bumbu alias bumbunya gak berasa atau gak niat. Not soo special seperti di rekomendasi. Keseluruhan masakan saya nilai STD alias Standard. Mulai dari harga sampai rasa masakan, semuanya standard. Memang cuma beli suasana aja. Berhubung baru buka, jadi masih cenderung sepi. Masalahnya, di daerah batu tulis, saingannya banyak. Ada IBC ( Ikan Bakar Cianjur ), trus Pondok Laguna, trus ada Warung Tekko. 

Menu kedua, kwetiau goreng. Well, yang ini ada tingkatan pedasnya. Yang paling pedas itu, sebutannya Amsyong.. Wkwkwkwkwwk...kocak juga. Untung saya gak pesan yang amsyong, tapi pesen yang pedesnya biasa aja. Hmmm... rasanya enak, bumbunya cukup berasa. Cuma kurang satu, daging sapinya agak alot. Kurang tipis sedikit. Kalau lebih tipis, mungkin gak alot ya. Tapi sepertinya, memang kalau makan di restoran yang berbasis asal dari Singapore, menu paling aman dan enak ya cuma kwetiau goreng. Hahahaha.. 

Kwetiau goreng

Berhubung saya sariwan, mungkin efek kurang makan buah, saya pesan menu tawanan / menu narapidana, yaitu Singkawang Rojak. Isinya, mentimun, bangkuang, jambu, nanas, mangga. Rasanya? Hmmmm..bingung mengutarakannya. Rasanya sih enak, tapi kurang sedikit pedas. Kenapa saya bilang gitu? Karena rasanya terlalu monoton. Cuma manis doank. Rasa bumbu rujaknya unik sih. Gula jawa, pake kacang, pake ebi kering. Beneran cuma kurang pedas - pedas sedikit. Kalau agak pedas, saya yakin, rasanya pasti pas. Karena rasanya hanya manis doank, ditambah rasa ebi ( udang kering ), yang ada jadi agak eneg dan sedikiiiitttt amis. Jadinya, agak eneg. Walau begitu, saya akui, racikannya oke, cuma kurang pedas saja. Wajiblah dicoba. Makan 3 menu itu, habis IDR 112.000 termasuk minuman dan pajak 15%.

Singkawang Rojak