Tuesday, 29 April 2014

DIRITNA - Syrian, Jordanian, Lebanon and Meditteranian Food

 Saya dan beberapa teman satu angkatan SMP, sepertinya punya hobi dan passion yang sama. Salah satunya, cobain makanan aneh - aneh. Dan inilah hasilnya. Sabtu kemarin, kami makan di Diritna Restoran karena tidak disengaja. Awalnya, kami ke Kemang untuk makan di Food Fest. Tapi karena saya tidak sreg dengan makanannya, jadilah kami jalan, dan lihat - lihat resto yang lain. Dari seberang, saya lihat tulisan  arab warna hijau. Saya bilang, " itu restoran apa? arab cuisine gitu? "
Teman saya langsung jawab, " itu restoran makanan mediterania,mau cobain? " Jadilah kami bertiga masuk ke restoran tersebut. Restorannya sepi, tapi temanya memang sudah serasa di daerah Timur Tengah. Tapi yang makan, kebanyakan bule dan asia. Bukan orang arab. Walau, pemiliknya, saya yakin orang timur tengah juga. 

Pita Bread
Kami pesan : Pita Bread, Hummus Tahineh, Mix Barbeque, Galayet Bandora with Meat. Masakan Timur Tengah, biasanya indentik dengan kambing, sapi, domba. Jarang ada ayam. Walau di restoran ini, mereka punya menu ayam. Banyak hal lucu sepanjang kami  makan di Diritna Restoran ini. Saat pesan Pita Bread, asumsi saya adalah, rotinya kecil. Dan kami pesan, seorang dapat jatah 2 roti. Begitu Pita Bread tiba di meja kami, ukuran luar biasa besar. Diameternya sekitar 18 - 20 Cm. Kebayangkan gedenya kayaknya gimana? Saya belum pernah, makan roti sampai mau nangis. Saking besar, dan bikin kenyang. Saya rasa, tiap orang cukup beli satu Pita Bread saja.

Kami pesan yang namanya Hummus Tahineh. Ini semacam cocolan, untuk segala jenis masakan kebab dan roti. Terbuat dari kacang yang dihaluskan, dan dikasih minyak zaitun. tapi rasanya, asem, yah, sedikit kecut. Jujur aja, Hummus Tahineh ini bukan favorit saya, kalau saya disuruh beli lagi makanan Timur Tengah di Diritna Restoran.
Hummus Tahineh
 Untungnya, menu yang kami pilih, selain Pita Bread dan Hummus Tahineh ini, semuanya enak. Seperti Mix Barbeque. Isinya, kentang goreng, Daging domba, kebab sapi, dan ayam. Semuanya dipanggang / dibakar. Rasanya, agak standard, cuma asin - asin doank. Tapi daging ayamnya cukup lembut, bumbunya juga cukup meresap. Kebab Sapinya, juga enak. Semacam daging sapi giling, yang dicampur bawang bombang cincang dan peterselli, dibentuk menjadi semacam sosis. Rasanya enak. Asin bawang bombay, dan daging sapi yang cukup lembut, pas banget. Teksturnya juga mudah dikunyah. Yang agak disayangkan, justru adalah daging dombanya. Bumbunya enak, tapi dagingnya agak alot. Sehingga, dikunyah pun, susah sekali dan bikin gigi sakit. Kata teman saya, " gigi gue serasa mau copot kunyah di daging domba". Hahahahaha..

Mix Barbeque
Menu terakhir, kami pesan Galayet Bandora with Meat. Di Timur Tengah, kalau kita bilang Meat ( daging ), biasanya dikasih kambing/domba. Dan menu di Diritna ini, masakan yang dibilang ada Meat, pasti pakai daging domba. Galayet Bandora ini, dimasak dengan banyak tomat. Tomat dipotong dadu kecil - kecil, ditumis dengan cabai hijau, bawang putih , kentang yang dipotong dadu kecil - kecil, dan daging domba yang diiris / dipotong kecil - kecil. Rasanya, enak. Segar, karena tomat, dan wangi daging domba serta bawang. Rasanya paling enak dibanding menu yang lain. Namun berhubung, makan pakai roti yang super besar, rasanya mau nangis makannya. Sampai kami akhirnya menyimpulkan, kami memang tidak cocok masakan Timur Tengah. 

Galayet Bandora with Meat
Hal yang paling bikin absurd, justru adalah begitu bill keluar, harganya fantastis. Makan dan minum, total IDR 487.000. Astaga..!!! Shock lha saya dan teman - teman saya. Secara, makan masakan eropa ( masakan yunani di Yamas ), harganya masih cukup reasonable dan acceptable. Apa boleh buat, kami pun bayar, dan setelah itu kabur, dan tidak mau makan lagi di Diritna. hehehehe...