Sunday, 13 April 2014

YAMAS - Authentic Greek Cuisine

Gara - gara film "300 - The rise of empire ", saya jadi pengen cobain makan masakan yunani. Akhirnya kesampaian, karena teman saya doyan coba makanan aneh - aneh. Karena suka film "300", saya berpikir menunya bakal ada nama Sparta, hahahahha...ternyata jauh dari bayangan. Nama menu - menunya agak sulit dilafalkan lidah. Restoran Yamas ini, terletak di daerah Jaksel. Patokannya, kalau dari Blok M ( Pasaraya Blok M ), lurus terus ke arah kemang. Kira - kira 200m, sebelum belokan ke kemang, ada restoran Yamas tsb. Ruangannya sepi, nyaman dan perabot sampai isinya terbuat dari kayu. Tempatnya juga cozy. Yang saya suka dari daerah selatan ini, ada banyak bule ganteng manca negara.Karena ini restoran Yunani, ada beberapa bule Yunani ganteng yang datang makan disini, makin nikmat deh makan malam di Yamas.

Mix Platter
Menu yang saya coba, ada banyak. Total saya makan bertiga, sekitar Rp.385.000. Menu yang saya coba adalah Mix Platter , ibaratnya gorengan ala Yunani, yang bentuknya seperti lumpia. Ada 3 jenis gorengan, yaitu Spanakopitakia ( isi bayam dan keju feta ), Borek ( isi daging ), dan Tiropitakia ( isi keju feta ). Gorengan ini cocoknya di cocol sama Tzatziki. Mungkin semacam saladnya Yunani. Kebanyakan salad, biasa dressing-nya dari mayonaise. Tapi kalau Yunani, dressing-nya dari yogurt, dikasih timun, ada wortel sedikit, dan buah zaitun. Rasa gorengannya? Menurut saya paling enak yang isi keju ( Tiropitakia ). Semua gorengannya crispy, renyah dan tidak keras. Isi kejunya meleleh abiiss,,dimakan rasanya enak bangeett.. Selain gorengan, mereka berikan Roti Panggang, kalau kata saya, ini Garlic Breadnya Yunani. Roti panjang ala perancis, diiris - iris, dikasih oregano dan olive oil ( minyak zaitun ). Tapi rasanya mirip - mirip minyak bawang. Mungkin lidah saya yang memang agak aneh ya..hehehe.. Rasanya? Hmmmm....enak banggeettt.. Lebih enak dari garlic bread.

Greek Chicken Kebab
Menu Kedua yang saya coba adalah Greek Chicken Kebab. Side dishnya bisa pakai nasi atau mashed potato. Yaaahh..seperti kebanyakan masakan barat, pasti kurang bumbu. Kalau anda pecinta masakan Padang, pasti gak cocok deh dengan masakan barat. Khusus masakan Yunani, hampir semua main coursenya kurang garam. Kata teman saya : "maklum ye, Yunani bukan penghasil garam, walau dekat dengan Aegean Sea. " hahahahaha... Ukuran kebabnya sih guede. Daging ayam giling yang dipadatkan jadi bentuk sate guede, dan di panggang sampai hitam. Kebabnya sih enak. Tekstur ayamnya cukup lembut dan bumbunya juga enak. Tapi side dishnya, berupa nasi goreng, dimasak pakai saus tomat dan bawang bombang, dan sedikit sayur. Rasanya cuma saos tomat doank. Namun, walau begitu, ketika dimakan, rasanya sangat seimbang di lidah. Ada asam tomat, tekstur daging ayam, bumbunya, hmmmm...oke lah. Enak juga koq. Saya sendiri tidak sanggup menghabiskan kebabnya. Huwaaa..begah..kalau masih muat, saya pasti habisin kebabnya.



Moussaka
Teman saya pesan menu Moussaka, yang intinya adalah Lasagna ala Yunani. Berbeda dengan lagsana ala italia, yang pekat keju, tomat dan pasta, justru lasagna yunani ini, menurut saya kekurangan bumbu, walau rasanya tidak begitu pekat dan kuat seperti lasagna italia. Lapisan atasnya keju feta yang lembut, dan rasa kejunya tidak pekat. Saya cukup suka kejunya, maklum, saya bukan penyuka keju. Tapi karena kejunya tidak pekat, saya masih bisa makan kejunya. Setelah itu, dilapisan berikutnya adalah bawang bombay, beserta daging giling, saya lupa daging ayam atau sapi, tapi dagingnya melimpah ruah. Waaah...enak sih, tapi lagi - lagi kurang garam. Jadi agak eneg rasanya makan moussaka ini. Karena rasa asinnya murni mengandalkan asin dari kejunya. Over all, Moussaka ini enak, namun karena lidah orang Indonesia itu suka masakan berbumbu kuat, jadinya kalau dikasih makanan yang sehat, kurang garam begitu, kayaknya kurang cocok ya.


Menu paling enak, sudah pasti Dessert. Dimana - mana, namanya dessert pasti enak dah. Jarang saya ketemu dessert yang gak enak. Nama menu dessertnya Kanela Nilo. Yaitu, semacam sereal dari kayu manis, dikasih potongan apel dan madu dan bubuk kayu manis, dan di atasnya dikasih satu scoop es krim vanila. Mantap..! Enaknya luar biasa. Madu hangat beserta apel, dan sereal yang masih renyah, plus dingin es krim vanila, perpaduan sempurna. Manis, tapi tidak terlalu manis seperti gula. Sehat dan tidak buat eneg. Saya tidak suka kayu manis pada dasarnya, tapi menu ini bikin saya ketagihan dan pengen lagi, pengen lagi, pengen lagi. Hahahahahha... Kalau ada kesempatan, saya cukup rekomendasikan restoran ini. Kalau buat jalan sama pacar, tempatnya oke banget. Monggo di coba :)


Kanela Nilo