Saturday, 11 November 2017

iSYDNEY : 1st chapter : Preparation

so guys, here i am.
i think this is the 1st post in 2017.
kali ini, saya akan cerita ( bukan tentang makanan ya ) awal saya bisa terdampar ke negeri kangguru.

jadi ceritanya, sekitar pertengahan 2016, saya ngobrol dengan teman saya. Bisa dibilang, awalnya obrolan iseng, gak jelas. Teman saya bilang, dia mau rencana ke Australia dengan Working Holiday Visa. Saya yang dengar lantas bengong. What is Working Holiday Visa? setelah panjang lebar tinggi dijelaskan oleh teman saya, akhirnya, saya mencoba cari tahu lebih banyak tentang jenis visa ini. Setelah banyak info yang masuk, saya pun melakukan persiapan untuk apply visa. Persyaratan dokumen untuk visanya cukup mudah. 
Berikut Listnya : 
1. Paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan.
2. IELTS / TOEFL certificate
3. SPRI ( Surat Pendukung dari Pemerintah )
4. Form Visa 1208
5. CV / Resume
6. Medical Check-up
7. Bukti Keuangan min. AUD 5000
8. Copy KK dan akte lahir
9. pas foto berwarna 2 lembar ukuran paspor
10. Copy Ijazah Terakhir

Dokumennya memang tidak susah, tapi melengkapi segini banyak, menguras waktu, tenaga dan terutama duit. Untuk IELTS saja, perlu dana hampir 3jt, sedangkan untuk apply visanya juga butuh 5jt, untuk medical check-up perlu sekitar 1jt. Jadi kalau cuma modal bikin visa, perlu sekitar 9 - 10jt. 
Desember 2016, saya mulai berbenah. Awal Januari 2017, saya ikut kelas persiapan IELTS. Setelah tes, hasilnya bagus, lalu saya langsung daftar permintaan untuk SPRI melalui website Dirjen Imigrasi Indonesia. Sayangnya waktu itu, websitenya lagi ditutup, karena quota WHV ini, memang hanya dijatah untuk 1000 orang per tahun. Saya hampir putus asa, namun pada saat bulan februari, saya lihat, pendaftaran dibuka kembali. Jadilah saya isi form online, dan sambil menunggu panggilan interview dari Dirjen Imigrasi, pelan - pelan saya lengkapi dokumen - dokumen yang diperlukan. Untuk permintaan SPRI saja, kita butuh melengkapi dokumen juga. 
Berikut listnya : 
1. Form Identitas ( download dari link yang diberikan )
2. KTP
3. Akte Lahir
4. paspor dengan masa berlaku min.12 bulan
5. Ijazah S1, kalau belum lulus harus ada surat keterangan dari kampus dan Kartu Tanda Mahasiswa.
6. IELTS certificate ( min.Skor 4.5 ) atau TOEFL IBT ( min.Skore 32 )
7. Surat keterangan Bank dan min.saldo AUD 5000
8. Pas foto berwarna, latar putih, 1 lembar, ukuran 4 x 6 

untuk permintaan SPRI tidak ada biaya sama sekali. Tapi kebayang donk, gimana rempongnya kita persiapin semua dokumen pendukung? saya sendiri tipe yang amat sangat cuek. Jadi sedikit kelimpungan pada saat harus melengkapi banyak dokumen. Saya daftar permintaan SPRI dari Februari 2017, namun baru dapat panggilan dari Dirjen Imigrasi sekitar akhir bulan Agustus 2017. ini yang daftar Februari 2017 lho. Kebayang gak, gimana nasib mereka yang appky setelah Juli 2017? itupun yang saya dengar, ada yang daftar december 2016 belum dipanggil sama sekali. Glek..! saya langsung jiper. Mana sempat website Dirjen Imigrasi down karena pada saat dia buka ulang pendaftaran di bulan Juli 2017, itu macam seluruh indonesia akses ke website mereka, dan website mereka sampai jebol..! wuiihhh... sadisnya persaingan WHV disini. Setelah dapat panggilan dari Dirjen Imigrasi, saya menunggu lagi hampir 1 minggu sampai SPRI saya terima melalui email. Begitu masuk email, saya langsung buru2 submit dokumen ke VFS Australia. Setelah submit dokumen, pihak embassy akan memberikan kita semacam ID untuk medical check-up di rumah sakit rujukan yang ada kerja sama dengan Australia Embassy. Setelah check-up, saya hanya perlu 1 atau 2 hari menunggu visa keluar. daaannn,.. visanya APPROVED..! 

Saya bahagia sekali,,! tapi ternyata kebahagiannya hanya sebentar, karena saya tenggelam dalam tumpukan pekerjaan karena saya harus resign dari posisi seaya sebagai supervisor di suatu travel agent besar. Saya akuin, awalnya semangat mau pergi, tapi lambat laun, macam ada perasaan ragu. Tapi saya tepis dan karena dukungan orang tua, saya tetap berangkat tepat waktu. Hal paling ribet adalah pada saat packing..! Gimana cara, keperluan pribadi ( baju, obat, dll ), dipacking dalam 1 koper? alhasil, saya sering banget konsultasi sama teman - teman soal packing. Ini pun, saya akuin keluar duit banyak..! Mulai dari beli tiket, koper, dll...kalau saya hitung - hitung, ongkos yang dikeluarin sampai deh puluhan juta..! hahahaha... Singkat cerita saya mulai packing, dan alhasil, saya bawa 1 koper medium, 1 koper kecil dan tas punggung.. gileeehh,,rempongnya..! Kalau saya pikir secara logika, kayaknya semacam mimpi bisa pergi ke Australia,,kwkwkkwkw,, 
posting berikutnya, saya akan info seperti apa pengalaman saya selama di Sydney.