Wednesday, 27 March 2013

Korean Fever alias Demam Korea

Demam korea sepertinya tengah melanda seluruh dunia. Tidak terkecuali Indonesia, apalagi para ABG. Waahh..dengar kata Super Junior mau datang, heboh benar, sampai bela - belain beli tiket seharga ratusan ribu hanya demi melihat mereka konser. Biar kata kehabisan tiket murah, sampai harus beli yang harga jutaan, juga tetap dijalani.

Sepertinya saya termasuk salah satu yang terkena demam korea. Bayangin saja, mulai dari sekitar tahun 2011 sampai sekarang, seluruh dunia sedang tergila - gila dengan boyband atau girlband asal negeri ginseng ini. Saya sendiri, baru mulai suka musik korea, atau yang dikenal K-Pop, sejak awal 2012. Mau sebut siapa? saya penyuka Big Bang, 2PM, Wonder Girls, Miss.A dan DBSK atau yang lebih dikenal TVXQ. Namun walaupun begitu, saya lebih suka dengan makanannya daripada artisnya. Hehehee.. Mari kita bahas beberapa makanan korea.

Saya biasa makan masakan korea di Kem Chick Pacific Place. Karena, kalau saya harus maksa makan di resto yang original dari korea, jujur saja, tidak tahan sama harganya, yang melampaui budget dan dompet :)

Dolsot Bimbim Bap
Makanan yang saya coba adalah Dolsot Bimbim Bap, yaitu masakan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayuran, daging sapi, telur dan saus pedas. Ibaratnya nasi campur orang korea. Sebelum dimakan, nasi dan lauk diaduk menjadi satu. Disebut Dolsot Bimbimbap, karena dihidangkan dalam mangkuk batu. Di Kem Chick sendiri, cara memasaknya mudah. Cukup panaskan mangkuk batu, masukkan nasi yang telah matang, sayuran yang sudah direbus, daging yang sudah dimasak dan tambahkan telur mata sapi yang sudah matang ( kalau bahasa gaulnya : telor ceplok ). Dan makannya harus diaduk, supaya cepat dingin. Karena masakannya begitu dihidangkan, panasnya bukan main, jadi perlu diaduk supaya lebih cepat dingin dan bisa dimakan. Masakan Korea di Kem Chick menurut saya tidak buruk - buruk amat. Malah menurut saya cukup enak. Satu porsi Dolsot Bimbim Bap harganya 40rb. Porsinya juga besar, cukup kenyang makan satu porsi. Saya sebetulnya ingin coba masak sendiri, cuma membayangkan mencuci mangkuk batu yang didalam terdapat kerak nasi yang menempel dan susah dilepas, rasanya sudah malas. Mungkin mesti ganti jadi mangkuk beling saja ya :)

Bokum Bap
Masakan kedua, saya coba beli Bokum Bap, alias nasi goreng tanpa kecap manis. Ada dua jenis, Kimchi Bokum Bap dan Bokum Bap. Apa bedanya? Bokum Bap, hanya berupa nasi goreng, dengan daging sapi cincang, dan sayuran, dimasak tanpa pakai kecap manis. Tapi kalau Kimchi Bokum Bap, maka nasi gorengnya, selain isi daging sapi cincang dan sayuran ditambahkan kimchi ( makanan tradisional Korea yaitu sayuran di fermentasi dan diberi bumbu pedas.) Rasanya biasa saja. Cuma asin doank, yaahh..maish lebih enak masakan nasi goreng tek tek, atau nasi goreng si abang - abang atau nasi goreng keliling pake gerobak itu lhoo, yang biasa mangkal di pinggir jalan atau di depan gang yang harganya paling mentok 10rb per porsi.


Hongkong Beef Noodle
Masakan ketiga yang saya beli di Kem Chick bukan masakan Korea. Tapi masakan dari negeri panda, yaitu Hongkong Beef Noodle. Berupa mie kuah, dengan daging sapi dan jamur. Rasanya? Tidak usah tanya deh. Uuueennaakk... kuahnya asin campur manis. Dagingnya tidak pelit. Mie nya juga enak. Tidak lembek atau blenyek. Dimasak sesuai dengan standard restoran bermutu. Tidak rugi - rugi amat mengeluarkan kocek 35rb untuk makan semangkuk mie. Total saya makan 3 menu itu, sekitar 120rb. Cukup murah dan tidak rugi - rugi amat. Mana tempatnya tenang, tidak ramai seperti makan di restoran pada saat weekend. Dan serunya makan di Kem Chick, saya bisa puas cuci mata lihat orang seliweran belanja. Ada yang bawa anak, ada yang belanja berduan dengan pasangannya, bisa cuci mata lihat bule dari yang ganteng sampai yang biasa saja, dari yang muda sampai yang tua. Hehehe..

Ayoo..yang modal kecil, tapi mau cobain masakan korea, boleh kunjungi Kem Chick terdekat di daerah anda : )