Wednesday, 13 March 2013

PENANG bikin Pening : Episode 2

Waktu tahu saya akan ke Penang, kakak sepupu saya bilang," Lo harus cobain kwetiau di lorong selamat. Top daahh.. " Saya jadi penasaran, dan saya bilang sama dia, restaurannya seperti apa? Sepupu saya cuma bilang pokoknya yang masak pake topi chef gtu warnanya putih. Ok, jadi lah saya pergi ke Penang, dan berniat mencari si kedai kwetiau ini hanya dengan modal infomasi minim. Dan datang lah kesempatan tersebut. Setelah belanja, saya dan beberapa teman naik taxi mencari nama jalan lorong selamat. Pada saat ngobrol dengan supir taxi, saya baru tahu, yang disebut lorong itu sama dengan jalan. Oooo...gitu.. Jadi  mungkin kalau di Jakarta, disebut Jalan Selamat kali ya.

Lorong selamat ini, sepanjang satu lorong itu jualan makanan semua! Semuanya masakan Chinese Food, dan tidak ada yang halal. Sepanjang jalan jualan nasi campur, nasi hainam, bakut teh, kwetiau goreng, mie goreng, dll. Masalahnya, dari sepanjang jalan ini, saya juga bingung yang mana kedai kwetiau yang diinfo oleh sepupu saya. Siapa tahu pas dulu sepupu saya beli kwetiau, kebetulan si juru masak lagi pakai topi. Sedangkan sekarang topinya udah dicopot. Jadi begitu turun dari taxi, kami pun celingak celinguk kayak anak ilang. Dan akhirnya, mata saya terpaku pada satu kedai kwetiau. Si juru masak lagi masak, dan paka topi chef! Tapi bukan topi chef di film - film yang kaku, tegak, tinggi melainkan topi dari bahan tipis, jadi topi chef nya kempes dan berkibar - kibar tiap kali dia bergerak atau ditiup angin. Yang paling penting, topinya sekarang warna merah, bukan warna putih. Jadi mungkin pada saat ini, bila ada yang makan di kedai kwetiau di lorong selamat itu, mungkni warna topinya udah ganti lagi jadi warna kuning atau hijau atau biru :)

Kwetiau Goreng
Jadilah kami ber-empat, masuk ke dalam dan mencari duduk. Masalah datang lagi. Kenapa? Karena di satu kedai, dari pengunjung yang lagi makan sampai pelayan dan tukang masak, sekaligus kasirnya, TIDAK BISA BAHASA INGGRIS..!!! Tidaaaakk... Ini gimana cara pesannya? Pelajaran moral no.3 : Bila ke Malaysia, ingat, anda harus selalu bawa kamus Mandarin! Dan kami pun diam, dan saling sikutan, dan teman saya bilang," kayaknya orang disini ngomong pakai logat hokkian deh.. gue bisa seh sedikit ". Ok, end of story, temen saya bantu pesen, tapi oh ternyata, mereka juga gak ngerti apa yang temen saya minta. Berarti bahasa hokkian temen saya yang gak bener. Jadilah, kami bicara dengan orang yang paling muda disitu, kebetulan si asisten juru masak masih muda. Setelah susah payah, akhirnya, kami berhasil pesan 4 kwetiau dan tahu harganya RM 4 per porsi. Tidak lama, ada yang menawarkan minuman. Saya pesan teh, untung si pelayan mengerti bahasa inggris terbatas nyaris pas - pasan. Dan dia membawa pesanan teh saya sesuai keinginan saya dan teman - teman. Kwetiau yang disajikan, sama seprti layaknya rasa kwetiau pada umumnya. Tapi karena makannya di Penang, tentu saja jadi beda rasanya, seperti lebih nikmat dibanding kwetiau di Mangga Besar.


Es Kacang Merah
Setelah itu, saya nengok ke sebelah - sebelah saya, wuiihh..lagi pada makan es ternyata. Usut punya usut, ternyata es kacang merah. Mata saya berbinar - binar, ngiler banget lihatnya. Mana para pengunjung makannya lahap bener. Sontak saya langsung panggil si pelayan, pesan itu es. Waah..nikmat benar lha makan es nya. Isinya kacang merah, cincau, tape, mirip kayak es campur. Tapi di atas es serut nya dikasih satu scoop es krim durian. Hmmmm.. yummy.. segar. Penasaran tidak sama es nya? hehehee.. :)